Pero Luhut Sgr
aku tak pernah ingin mengajakmu untuk larut dalam kepedihanku ,
demi TUHAN , tidak ..
aku hanya ingin mengecupi kata kata hati lewat jemariku
yang kian getir ,
jadi biarkanlah aku dengan rasaku ,
dan kamu ,
siramilah cinta yang telah ada untuk seseorang yang akan
memilikimu .
aku juga tidak menyesal jika saat ini tiap tiap pintuku
adalah kesunyian ,
hingga didalamnya aku menjadi seorang yang bisu dalam
ruang kegetiran ,
tidak kah kau tahu ,
setiap menatapmu disini ,
seperti ada belati yang bergerak mengiris iris hatiku .
namun kau harus tahu ,
jika tiap luka yang terasa perih ,
telah ikhlas untuk kurasakan .
percayalah jika aku akan baik baik saja ,
meskipun kini peluhku menyingkap lelah ,
atau bentuk hatiku tak lagi memiliki bingkai ,
aku ingin menikmati semuanya ,
sendirian ..
tanpamu , tanpamu ...
dan aku percaya dengan kata katamu ,
sang waktu akan menyembuhkan luka ini ,
namun biarkanlah jika saat ini kupeluk sebuah kata kenangan ,
sebuah rasa rindu , sebuah kebenaran cinta ,
meski aku harus mengguyur jiwaku dengan air kepedihan
sebab aku tidak pernah bisa lari dari kenyataan ,
jika kebahagiaanku saat ini ,
nyatanya adalah kesakitanku sendiri ,
oleh sebuah rasa yang tak pernah bisa aku miliki...
untukmu...''kekasihku yang telah pergi ''....
demi TUHAN , tidak ..
aku hanya ingin mengecupi kata kata hati lewat jemariku
yang kian getir ,
jadi biarkanlah aku dengan rasaku ,
dan kamu ,
siramilah cinta yang telah ada untuk seseorang yang akan
memilikimu .
aku juga tidak menyesal jika saat ini tiap tiap pintuku
adalah kesunyian ,
hingga didalamnya aku menjadi seorang yang bisu dalam
ruang kegetiran ,
tidak kah kau tahu ,
setiap menatapmu disini ,
seperti ada belati yang bergerak mengiris iris hatiku .
namun kau harus tahu ,
jika tiap luka yang terasa perih ,
telah ikhlas untuk kurasakan .
percayalah jika aku akan baik baik saja ,
meskipun kini peluhku menyingkap lelah ,
atau bentuk hatiku tak lagi memiliki bingkai ,
aku ingin menikmati semuanya ,
sendirian ..
tanpamu , tanpamu ...
dan aku percaya dengan kata katamu ,
sang waktu akan menyembuhkan luka ini ,
namun biarkanlah jika saat ini kupeluk sebuah kata kenangan ,
sebuah rasa rindu , sebuah kebenaran cinta ,
meski aku harus mengguyur jiwaku dengan air kepedihan
sebab aku tidak pernah bisa lari dari kenyataan ,
jika kebahagiaanku saat ini ,
nyatanya adalah kesakitanku sendiri ,
oleh sebuah rasa yang tak pernah bisa aku miliki...
untukmu...''kekasihku yang telah pergi ''....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar