Pero Luhut Sgr
Suatu
siang di sebuah lampu merah ketika aku mau pulang kerumah lampu
,Seorang nenek renta dengan sebelah tangan menawarkan sapu lidi, sebelah
tangannya lagi tidak nampak, hanya terlihat pangkal lengan yang kosong
“Berapa Nek ?”
"Sepuluh ribu Pak… ”
Kuulurkan sepuluh ribuan, kukira aku akan mendapat satu sapu lidi. Tapi
nenek-nenek itu mengangsurkan semua, tiga sapu lidi yang dipegang
dengan sebelah tangannya yang tersisa.
“Saya cuma beli satu Nek” kataku ragu
“Enggak pa pa pak, tiga-tiganya ini sepuluh ribu” jawab nenek itu
Lalu nenek itu mengucapkan terima kasih dan mengucapkan seuntai do'a
supaya aku sampai di tujuan dgn selamat dan keberkahan bagiku. Sepuluh
ribu untuk tiga sapu lidi, dan untuk doa yang tak ternilai harganya….
Tapi tiba-tiba,
“Ngapain sih beli begituan ?” hmmmmm, teman seperjalananku protes
“Nggak liat kenapa ?” jawabku rada sengak juga
“Sepuluh orang aja seperti kamu, seratus ribu sehari, tiga juta sebulan”
Aku memilih diam
“Tiga juta sebulan dari sapu lidi begituan” masih saja bersungut-sungut
“Oke, kamu gantian jadi nenek itu, tiga juta sebulan. Mau ?!!”
Huhhhh, hilang semua protesnya….
Apa susahnya berbagi sedikit keberuntungan kita,untuk ketidak beruntungan orang lain
Bagaimana dengan ANDa,,,???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar